6. Kegiatan Belajar 6 : Konfigurasi Oscilloscope
a.
Tujuan Kegiatan Pembelajaran 6
Setelah menyelesaikan kegiatan
belajar 6, Anda diharapkan mampu:
1)
Membedakan
jenis Oscilloscope berdasarkan zat phospor yang digunakan, dan
dari Horizontal Time Base.
2)
Membuktikan
kegunaan tiap-tiap tombol pada kontrol indikator Oscilloscope.
3)
membuktikan
jenis-jenis Oscilloscope.
b.
Uraian Materi 6
O
|
scilloscope adalah alat ukur elektronik,
digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen
tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus.
Dengan Oscilloscope dapat
dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan
Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik,
maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Gambar
36 memperlihatkan satu bentuk Oscilloscope yang dimaksud.
![]() |
GAMBAR 36. OSCILLOSCOPE
A. Kontrol dan Indikator
Perhatikan gambar 37. Ini adalah tampilan depan dari Oscilloscope
dual trace. Terdapat kontrol dan indikator (petunjuk) yang diberi nomor
(1-28) dengan kegunaan masing-masing sebagai berikut :

GAMBAR 37. TAMPILAN DEPAN OSCILLOSCOPE
- VERTICAL
INPUT;
Berfungsi
sebagai input terminal untuk channel-A/saluran A.
- AC-GND-DC.
Penghubung input vertikal
untuk saluran A. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi AC, sinyal input
yang mengandung komponen DC akan ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor.
Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi GND, terminal input akan
terbuka, input yang bersumber dari penguatan internal di dalam Oscilloscope
akan di-grounded. Jika tombol AC-GND-DC diletakkan pada posisi DC, input
terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada di dalam Oscilloscope
dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor.
- MODE
CH-A : untuk tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran
A.
CH-B : untuk tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran
B.
DUAL : pada batas ukur (range)
antara 0,5 sec/DIV – 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi
dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan pada frekuensi
sekitar 200k Hz.
Pada batas ukur (range) antara
0,5 msec/DIV – 0,2 ยต sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH)
dipakai bergantian.
ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan.
Dengan menekan tombol PULL INVERT akan diperoleh SUB MODE.
- VOLTS/DIV variabel untuk saluran
(channel)/CH-A.
- VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical
attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A. Jika tombol
“VARIABLE” diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar monitor akan
tergambar tergambar tegangan per “DIV”. Pilihan per “DIV” tersedia dari 5
mV/DIV – 20V/DIV.
- Pengatur
posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A.
- Pengatur
posisi horisontal.
- SWEEP
TIME/DIV.
- SWEEP
TIME/DIV
VARIABLE.
10.
EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal
input dari luar.
11.
CAL untuk kalibrasi tegangan
pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak ke
puncak.
12.
COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope
sebagai penguji komponen (component tester). Untuk menguji komponen,
tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol
AC-GND-DC pada posisi GND.
13.
TRIGGERING LEVEL.
14.
LAMPU
INDIKATOR.
15.
SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas
slope (bentuk gelombang).
16.
SYNC untuk mode pilihan posisi
saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17.
GND
terminal ground/arde/tanah.
18.
SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize
signal selector). Jika tombol SOURCE pada posisi :
·
INT
: sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk
keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,
·
CH-A
: sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,
·
CH-B
: sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,
·
AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan
sumber sinyal AC itu sendiri,
·
EXT : sinyal yang masuk ke EXT
TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal.
19.
POWER
ON-OFF.
20.
FOCUS
digunakan
untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21.
INTENSITY
pengatur
kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22.
TRACE
ROTATOR
digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap berada pada
posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
23.
CH-B
POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran)
B.
24.
VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
25.
VARIABLE.
26.
VERTICAL
INPUT input
vertikal untuk CH-B.
27.
AC-GND-DC
untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada nomor 2.
28.
COMPONET
TEST IN
terminal untuk komponen yang akan diuji.
Oscilloscope dilengkapi dengan kabel penyidik (probe)
seperti yang terlihat pada gambar 38.

GAMBAR 38. KABEL PENYIDIK (PROBE) DAN
KELENGKAPANNYA
B. Persiapan Awal
Walau
bagaimanapun Oscilloscope adalah alat ukur elektronik yang menggunakan
daya listrik bertegangan tinggi (220 VAC), kalau tidak dipakai dengan hati-hati
dapat merusak Oscilloscope, menyakiti badan pemakai, bahkan dapat
menimbulkan kematian.
Karena itu sebelum menghidupkan Oscilloscope
perlu diperhatikan persiapan awal
sebagaimana berikut ini.
- Hubungkan
dengan jaringan listrik 220 VAC. Salah satu dari tiga kabel power
(yang terbungkus jadi satu) dihubungkan dengan ground berupa
permukaan metal yang ada pada casis. Hubungkan kabel power dari Oscilloscope
dengan stopkontak yang juga memiliki sistem “pertanahan” atau lazim
disebut grounding, ini penting untuk menghindarkan sengatan arus
listrik.
- Sebelum
dihubungkan dengan stopkontak 220VAC, pastikan saklar power dari Oscilloscope
berada dalam posisi OFF.
- Jika
ingin memperbaiki atau membersihkan Oscilloscope pastikan bahwa Oscilloscope
tidak terhubung dengan jaringan listrik 220VAC.
- Untuk
membersihkan Oscilloscope dapat digunakan bensin atau minyak
terpentin.
C. Jenis-jenis Oscilloscope
Dilihat dari zat phospor yang
digunakan, Oscilloscope dapat dibagi menjadi :
1.
Storage Oscilloscope
Pada Oscilloscope jenis
ini lapisan phospor yang
digunakan mempunyai sifat simpan (store), artinya cahaya yang timbul
pada phospor bersinar beberapa saat setelah berkas elektron yang “ditembakkan”
dihilangkan.
2.
Regulator Oscilloscope
Pada Oscilloscope jenis ini sinar phospor akan menghilang seketika
apabila berkas elektron apabila berkas elektron yang “ditembakkan” dihilangkan.
Dilihat dari HORIZONTAL TIME BASE
– nya dapat dibagi menjadi :
- Sweep
Range
Pada Oscilloscope jenis ini pada
setiap posisi tombol pengatur frekuensi horisontalnya tertera skala penunjuk
jangkauan frekuensi (frequensi Range) nya. Sebagai misal pada posisi
pertama; 10 – 100 (10 Hz – 100 Hz), posisi kedua; 10k – 100k (10k Hz – 100k
Hz).
Dengan Oscilloscope jenis ini
akan dijumpai kesulitan ketika Oscilloscope akan digunakan sebagai
penghitung frekuensi (Oscilloscope sebagai frekuensi meter). Untuk
mengatasinya digunakan cara membandingkan frekuensi yang akan dihitung dengan
frekuensi yang telah diketahui.
2. Sweep Time
Pada Oscilloscope jenis ini
pada setiap posisi tombol pengatur frekuensi horisontalnya tertera skala yang
menunjukkan beam (sorotan sinar) Oscilloscope. Oscilloscope
jenis ini dapat langsung digunakan sebagai frekuensimeter.
c. Rangkuman 6
1)
Osscilloscope
adalah alat
ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan,
harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus.
2)
Dengan
Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang Tegangan Listrik Suara (audio),
bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator
pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal
dari catu daya/baterai.
3)
Dari
Zat Phospor yang digunakan Oscilloscope terbagi dua, (1) Storage
Oscilloscope, dan (2) Regulator Oscilloscope .
4)
Dilihat
dari HORIZONTAL TIME BASE – nya Oscilloscope dapat dibagi dua, (1) Sweep
Range, dan (2) Sweep Time
d. Tugas 6.
1)
Bentuklah
kelompok belajar (maksimum 4 orang)
2)
Pergilah
ke toko penjual alat ukur elektronik di kotamu (jika ada), catatlah kontrol dan
indikator yang ada pada Oscilloscope yang dijual di toko tersebut dan
bandingkan dengan kontrol dan indikator Oscilloscope yang ada pada modul
ini.
3)
Jika
butir 2 tidak dapat dilaksanakan (karena toko penjual alat ukur elektronik
tidak ada), cermatilah kontrol dan indikasi (petunjuk) Oscilloscope yang
ada di sekolahmu, bandingkan dengan kontrol dan indikator Oscilloscope
yang ada pada modul ini.
4)
Dengan
mesin pencari www.google.com carilah di
internet, gambar dan petunjuk pemakaian Oscilloscope, bandingkan dengan Oscilloscope
yang ada pada modul ini.
5)
Selamat
bekerja.
e. Test Formatif 6
1) Oscilloscope adalah.
2) Dilihat dari zat phospor
yang digunakan, Oscilloscope dapat dibagi menjadi.
3) Dilihat dari HORIZONTAL
TIME BASE – nya dapat dibagi menjadi.
4) Dengan Oscilloscope
dapat dilihat bentuk gelombang.
f.
Kunci Jawaban Tes Formatif 6
1)
Osscilloscope
adalah alat
ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan,
harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus.
2)
Dilihat
dari zat phospor yang digunakan, Oscilloscope dapat dibagi
menjadi;
a.
Storage Oscilloscope
b.
Regulator
Oscilloscope
3)
Dilihat dari HORIZONTAL TIME BASE – nya dapat dibagi menjadi;
a)
Sweep
Range
b)
Sweep
Time
4) Dengan Oscilloscope
dapat dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk
gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator
pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal
dari catu daya/baterai
g. Lembar Kerja 6
Konfigurasi Oscilloscope
A. Pengantar.
S
|
eperti yang telah diuraikan sebelumnya, Oscilloscope adalah alat
ukur elektronik yang dapat digunakan untuk mengukur frekuensi, melihat bentuk
gelombang, dan mengukur tegangan, baik tegangan listrik bolak balik (ACV)
maupun tegangan listrik searah (DCV).
Melalui
lembar kerja ini diharapkan Anda dapat lebih mendalami konfigurasi dari Oscilloscope.
Dengan demikian Anda tidak terjebak dengan sikap kerja “asal putar-putar
tombol”, sehingga dapat merusak alat ukur yang harganya lumayan mahal ini.
B.
Alat dan Bahan.
1. Alat
1 (satu)
buah Oscilloscope dual trace.
C. Langkah Kerja
1. Cermatilah dengan seksama Oscilloscope yang ada di sekolah Anda.
2. Bandingkanlah panel kontrol dan indikasi yang ada pada Oscilloscope dengan
panel kontrol dan indikasi Oscilloscope yang ada pada modul ini.
3. Catatlah perbedaan yang mungkin ada.
4. Tanyakan pada Guru kegunaan masing-masing kontrol dan indikator dari Oscilloscope
di tempat Anda.
5. Selamat bekerja.
D. Kesimpulan.
E. Saran
7. Kegiatan Belajar 7 : Fungsi Oscilloscope
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 7
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar 7, Anda
diharapkan mampu menggunakan Oscilloscope sebagai:
1)
Frekuensimeter,
mengukur frekuensi.
2)
Alat
ukur tegangan, mengukur tegangan listrik bolak balik, maupun tegangan listrik
searah.
3)
Alat
untuk mengobservasi bentuk gelombang dari input luar (TV, Video
Player, Amplifier, dan perangkat elektronik lainnya).
4)
Alat
untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang listrik.
5)
Alat
ukur untuk mengukur Amplitudo Modulasi.
O
|
scilloscope adalah alat ukur elektronik yang
kerap digunakan untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang
listrik. Kemampuan ini tergantung dari banyaknya trace (garis) pada
layar monitor. Oscilloscope dengan single trace (satu garis)
hanya dapat menghitung perbedaan fasa dari satu gelombang listrik. Oscilloscope
dengan dual trace (dua garis) dapat menghitung perbedaan fasa dua
buah gelombang listrik sekaligus. Disamping itu Oscilloscope juga
digunakan untuk keperluan;
1)
mengukur
tegangan dan menghitung frekuensi,
2)
melihat
bentuk gelombang,
3)
mengukur
Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan generator
pembangkit sinyal,
4)
mengukur
keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input,
5)
mengukur
frekuensi yang tidak diketahui.
A. Persiapan Awal
Persiapan awal yang penting diperhatikan dalam
pengoperasian Oscilloscope sebagai alat ukur adalah :
1. Tegangan AC
Tegangan AC harus
memiliki toleransi sebesar 10% dari tegangan standar (110-220VAC). Untuk
tegangan 110 VAC, kalau lebih rendah dari 99 Volt atau lebih tinggi 121 Volt,
gambar akan kurang jelas atau akan mengakibatkan terbakarnya catu daya. Untuk
tegangan 220 VAC, kalau lebih rendah dari 198 Volt atau lebih tinggi dari 242
Volt, gambar akan kurang jelas, untuk penggunaan yang lama dapat mengakibatkan
terbakarnya catu daya.
2. Voltage Input Max
Tegangan yang
digunakan untuk berbagai hubungan input tidak boleh melebihi nilai tegangan
seperti yang ditampilkan tabel berikut.
|
Connector
|
Max Volt p-p
|
V IN
H IN
SYNC IN
|
600
100
30
|
3. Pencegahan Terbakarnya Ion
Bila beam (sorotan) pada Cathode Ray Tube
(CRT) atau layar monitor menghasilkan gambar titik (spot), ada
kemungkinan terbakarnya satu bagian ion. Tombol INTENSITY harus
digerakkan untuk menghentikan (mematikan) pijaran yang dihasilkan oleh gambar
titik. Atau gambar titik digerak-gerakkan dengan dengan memutar-mutar tombol SWEEP
TIME.
4. Pengaruh Medan Maknit
Oscilloscope dapat dipengaruhi oleh medan maknit yang tinggi, karenanya Oscilloscope
hendaklah digunakan di tempat-tempat yang tidak ada medan maknitnya.
Solder jenis Gun Type Soldering
(solder listrik yang berbentuk pistol) dapat menghasilkan medan maknit yang
tinggi.
B. Pengoperasian awal.
Langkah-langkah awal dalam pengoperasian Oscilloscope
sebagai alat ukur adalah sebagai berikut :
- Tombol
ON-OFF pada posisi OFF
- Posisikan
semua tombol yang memiliki tiga posisi pada posisi tengah.
- Putar
tombol INTENSITY pada posisi tengah.
- Dorong
tombol PULL 5X MAG ke dalam untuk memperoleh posisi normal.
- Dorong
tombol TRIGGERING LEVEL pada posisi AUTO.
- Sambungkan
kabel saluran listrik bolak balik ke stop-kontak ACV.
- Putar
tombol ON-OFF pada posisi ON. Kira-kira 20 detik kemudian
satu jalur garis akan tergambar pada layar CRT. Jika garis ini belum
terlihat, putar tombol INTENSITY searah jarum jam.
8.
Atur
tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis.
- Atur
ulang posisi vertikal dan horisontal sesuai dengan kebutuhan.
10.
Sambungkan
probe ke input saluran-A/channel-A (CH-A) atau ke input saluran
B/channel-B (CH-B) sesuai kebutuhan.
11.
Sambungkan
probes ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p.
12. Putar pelemah vertikal (vertical
attenuator), saklar VOLTS/DIV pada posisi 10 mV, dan putar tombol VARIABLE searah jarum jam.
Putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang persegi empat (square-wave)
akan terlihat di layar.
13. Jika tampilan gelombang
persegi empat kurang sempurna, atur trimmer yang ada pada probe
sehingga bentuk gelombang terlihat nyata.
14. Pindahkan probe dari
terminal CAL 0,5Vp-p. Oscilloscope sudah dapat
digunakan.
C. Mengukur Tegangan dan
Menghitung Frekuensi.
1. Mengukur Tegangan AC.
|
Gambar 39 berikut memperlihatkan suatu
bentuk sinyal dari luar
dalam bentuk
|

GAMBAR 39.
|
2.
Menghitung Frekuensi
tu (dalam second) yang ditunjuk
oleh SWEEP TIME/DIV.
Mengikuti uraian di atas;
![]() |
= 50 Hz
3. Mengukur Tegangan DC
Cermati gambar 40.
|
|
|

GAMBAR 40
- Setel
tombol AC-GND-DC pada posisi DC.
- Setel
tombol MODE pada CH-A.
- Pasang
kabel penyidik (probe) ke VERTICAL INPUT CH-A/INPUT Y.
- Sambungkan
ujung kabel penyidik (probe) ke sumber tegangan DC yang akan
diukur.
- Untuk
tegangan positip, trace pada layar akan bergerak ke atas, untuk
tegangan negatip, trace pada layar akan bergerak ke bawah.
- Posisi
kalibrasi (CAL) pada tombol VOLTS/DIV = 10 mV, hasil pengukuran
seperti yang ditampilkan pada gambar 40 = 30 mV.
4. Melihat Gelombang dari Input
Luar.
Bentuk-bentuk gelombang dari input luar (external
input) yang dapat dilihat dengan menggunakan Oscilloscope adalah
seperti yang ditampilkan pada gambar 41.
|
|
|
|

GAMBAR 41. BENTUK GELOMBANG DARI INPUT
LUAR
(Jaringan Listrik, TV, dan Mobil)
5. Mengukur
Amplitudo Modulasi
Oscilloscope juga dapat dipakai untuk
mengukur amplitudo modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio. Perhatikan
gambar 42.

GAMBAR 42. AMPLITUDO
MODULASI
Metoda yang
sering digunakan untuk mengukur Amplitudo Modulasi adalah metoda amplop (envelope
methode)
![]() |
Untuk keperluan
ini putar tombol SWEEP TIME untuk peragaan gelombang AC. Tombol SYNC
pada posisi AC. Sinyal dari sumber audio luar masuk melalui Z AXIS (pada
Oscilloscope yang menjadi acuan dalam penulisan modul ini, Z AXIS
terdapat di belakang Oscilloscope)
6. Mengukur
Keadaan Perubahan Aliran (Phase) dari Sinyal Input
Oscilloscope dapat digunakan untuk menghitung
sudut phase/sin ร (sinus teta). Perhatikan gambar 43.
|
|
|

GAMBAR 43. SUDUT FASA
7. Mengukur Frekuensi yang Tidak Diketahui
Frekuensi yang belum diketahui dapat diukur dengan cara
membandingkannya dengan frekuensi yang telah diketahui nilainya (frekuensi
standar). Untuk ini digunakan apa yang disebut Lissajous Patern Methode.
Perhatikan gambar 44.
|
|
|
|

Ny = 1
4. Hubungkan
frekuensi yang tidak diketahui ke INPUT
Y/CH-A.
5. Tombol SOURCE pada posisi EXT.
6. Frekuensi dapat dihitung dengan rumus :
![]() |
Dimana,
Fs = Frekuensi yang diketahui (frekuensi standar)
Fu = Frekuensi yang tidak diketahui
Nx = Nomor simpul di atas jalur
Ny = Nomor simpul
di kiri jalur.
Contoh Penggunaan,
1. Letakkan tombol SOURCE pada posisi LINE.
2. Tombol AC-GND-DC pada posisi AC.
3. Hubungkan sebuah Audio Variabel Oscilator ke ke INPUT Y/CH-A
4. Hubungkan RF Generator ke INPUT X/ CH-B
5. Gerakkan kontrol RF Generator pada frekuensi 50, 100, 150 Hz
(atau dapat juga pada posisi 60, 120, 180 Hz dan seterusnya).
6. Pola dengan simpul 1,2,3 akan tergambar ganda di jalur frekuensi.
c. Rangkuman 7
1)
Oscilloscope adalah alat ukur elektronik
yang kerap digunakan untuk menghitung perbedaan fasa dari beberapa gelombang
listrik. Kemampuan ini tergantung dari banyaknya trace (garis) pada
layar monitor.
2)
Oscilloscope
dengan dual
trace (dua garis) dapat menghitung perbedaan fasa dua buah gelombang
listrik sekaligus.
3)
Oscilloscope juga digunakan untuk
keperluan;
- mengukur
tegangan dan menghitung frekuensi,
- melihat
bentuk gelombang,
- mengukur
Amplitudo Modulasi yang dihasilkan oleh pemancar radio dan
generator pembangkit sinyal (Signal Generator) ,
- mengukur
keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input,
- mengukur
frekuensi yang tidak diketahui.
4)
Langkah-langkah awal dalam pengoperasian Oscilloscope
adalah sebagai berikut :
a)
Tombol
ON-OFF pada posisi OFF
b)
Posisikan
semua tombol yang memiliki tiga posisi pada posisi tengah.
c)
Putar
tombol INTENSITY pada posisi tengah.
d)
Dorong
tombol PULL 5X MAG ke dalam untuk memperoleh posisi normal.
e)
Dorong
tombol TRIGGERING LEVEL pada posisi AUTO.
f)
Sambungkan
kabel saluran listrik bolak balik ke stop-kontak ACV.
g)
Putar
tombol ON-OFF pada posisi ON. Kira-kira 20 detik kemudian satu
jalur garis akan tergambar pada layar CRT. Jika garis ini belum terlihat, putar
tombol INTENSITY searah jarum jam.
h)
Atur
tombol FOCUS dan INTENSITY untuk memperjelas jalur garis.
i)
Atur
ulang posisi vertikal dan horisontal sesuai dengan kebutuhan.
j)
Sambungkan
probe ke input saluran-A/channel-A (CH-A) atau ke input saluran
B/channel-B (CH-B) sesuai kebutuhan.
k)
Sambungkan
probe ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 0,5Vp-p.
l)
Putar
pelemah vertikal (vertical attenuator), saklar VOLTS/DIV pada
posisi 10 mV, dan putar tombol VARIABLE
searah jarum jam. Putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A, gelombang
persegi empat (square-wave) akan terlihat di layar.
d. Tugas 7
1)
Bentuklah
kelompok studi (maksimal 4 orang)
2) Jika tersedia di sekolah,
mintalah buku pedoman (manual) penggunaan Oscilloscope pada Guru
Anda.
3)
Terjemahkanlah
buku pedoman yang tertulis dalam bahasa Inggris tersebut ke dalam bahasa
Indonesia.
4)
Mintalah
penilaian pada Guru Anda.
e.
Tes Formatif 7
1) Disamping untuk melihat
perbedaan fasa, Oscilloscope juga digunakan untuk.
2) Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pengoperasian Oscilloscope adalah.
3) Tombol VOLTS/DIV pada
posisi 4V, 1 kotak/1 DIV pada layar CRT =
4) Jika tegangan puncak
menggunakan 2 kotak, maka tegangan puncak ke puncak =
5) Diketahui Sweep Time/DIV
= 10 mSec. Tombol VOLTS/DIV pada posisi 2V. Berapakah Volt tegangan
puncak, dan berapa Hz frekuensi.
6) Oscilloscope mampu mengukur tegangan DC,
apa manfaatnya dalam perawatan dan perbaikan pesawat audio?
7) Tuliskan langkah-langkah
penggunaan Oscilloscope untuk mengukur tegangan DC.
8) Diketahui frekuensi pembawa (carrier
frequency) = 1000 kHz. Lewat Oscilloscope terlihat amplitudo
gelombang, tertinggi = 4 DIV, terendah 1 DIV. Berapa % kah modulasinya?
9) Diketahui 3 simpul gelombang
di atas jalur. Frekuensi standar (Fs) = 10.000 kHz. Simpul di kiri jalur = 1. Dengan menggunakan Lissajous
Patern Methode. frekuensi yang tidak diketahui (Fu) =
10) Apa manfaat yang Anda
dapatkan jika menguasai penggunaan alat ukur elektronik dengan baik.
f.
Kunci Jawaban Tes Formatif 7.
1) a. mengukur
tegangan dan menghitung frekuensi,
b. melihat bentuk gelombang,
c. mengukur Amplitudo Modulasi
yang dihasilkan oleh pemancar radio dan
generator pembangkit
sinyal,
d. mengukur keadaan perubahan
aliran (phase) dari sinyal input,
e.
mengukur frekuensi yang tidak diketahui.
2) a. Tegangan
AC
b. Voltage
Input Max
c. Pencegahan
Terbakarnya Ion
d. Pengaruh
Medan Maknit
3) 4 Volt
4) 8 Volt
5) Tegangan puncak ke puncak =
16 Volt. F = 25 Hz
6) Pengukuran tegangan pada test
point pesawat menjadi lebih akurat. Tegangan yang dibutuhkan pada R pembagi
tegangan pada rangkaian penguat dapat diperiksa sehingga pemberian tegangan
panjar untuk penguat sesuai dengan persyaratan.
7)
a. Setel tombol AC-GND-DC pada posisi DC.
b. Setel
tombol MODE pada CH-A.
c. Pasang kabel penyidik (probe) ke VERTICAL
INPUT CH-A/INPUT Y.
d. Sambungkan ujung kabel penyidik (probe) ke sumber tegangan DC
yang akan diukur.
e. Untuk tegangan positip, trace pada layar akan bergerak ke
atas, untuk tegangan negatip, trace pada layar akan bergerak ke bawah.
f. Jika posisi kalibrasi (CAL) pada tombol VOLTS/DIV = 5 mV,
hasil pengukuran seperti yang ditampilkan pada gambar 40 = 15 mV.
8) 60%
9) 30.000 kHz
10) Kualitas
kerja dibidang perawatan dan perbaikan perangkat audio akan terus meningkat.
g. Lembar Kerja 7
Fungsi Oscilloscope
A. Pengantar
L
|
embar kerja ini berisikan petunjuk pelaksanaan bagaimana
menggunakan Oscilloscope untuk :
1.
Mengukur
Tegangan Listrik Bolak balik/Alternating Current (AC).
2.
Mengukur
Tegangan Listrik Searah/Direct Curent (DC).
3.
Menghitung
Frekuensi.
4.
Menghitung
Amplitudo Modulasi.
B. Alat dan Bahan.
·
Alat
a) 1 (satu)
buah Oscilloscope dual trace.
b) 1 (satu
buah Signal Generator
c) 1 (satu)
buah Multimeter
·
Bahan
a) 1 (satu) buah baterai kering (dry
cell) tipe UM-1
b) 1. (satu )
buat trafo catu daya (220 Volt – 6 Volt/9 Volt)
C. Langkah Kerja
1. Bacalah petunjuk awal penggunaan Oscilloscope.
2. Hidupkan Oscilloscope.
3. Posisikan Oscilloscope untuk pengukuran tegangan AC.
4. Sambungkan trafo catu daya ke jaringan listrik AC 220 Volt.
5. Ukurlah tegangan AC yang dihasilkan skunder trafo (6 Volt AC atau 9
Volt AC)
6. Dengan menggunakan Multimeter, ukur tegangan AC yang dihasilkan skunder
trafo.
7. Catatlah hasil pengukuran.
8. Bandingkan hasil pengukuran Oscilloscope dengan hasil pengukuran
Multimeter.
9. Posisikan Oscilloscope untuk pengukuran tegangan DC.
10. Ukurlah tegangan sebuah baterai kering (dry cell) tipe UM-1.
11. Catatlah hasil pengukuran.
12. Posisikan Oscilloscope untuk menghitung frekuensi.
13. Hidupkan Signal Generator.
14. Hubungkan Signal Generator dengan input Oscilloscope.
15. Hitunglah frekuensinya.
16. Jika peralatan di sekolah Anda memungkinkan, ukurlah Amplitudo Modulasi
yang dihasilkan oleh pemancar radio.
C. Kesimpulan.
D. Saran.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar